Kasus
peretasan database kembali menimpa Yahoo. Sebelumnya Yahoo kebobolan database 1
miliar user, yang terjadi pada Agustus 2013, kasus ini jauh lebih besar jumlah
nya dari kasus yang sama 2014 dengan jumlah 500 jt akun pengguna Yahoo.
Chief
Intelligence Officer Andrew Komarov selaku keamanan cyber dari ancaman –
ancaman dan juga pengawas pasar gelap
dunia maya dari para peretas, mata-mata, dan penipu online, menyatakan bahwa
pada agustus lalu, Peretas dengan Nama Group E sudah mulai menjual database
pengguna yahoo di pasar gelap, yang di beli oleh seorang spammer ternama , dan
seorang spy international dengan harga US$300.000 atau setara 4 miliar Rupiah.
Bahkan,
menurut laporan yang sama dari NYT, akun-akun hasil curian ini juga termasuk
akun milik para pegawai pemerintah dan militer Amerika Serikat. Dan mencapai
150 ribu data. Tak menutup kemungkinan kalau di dalamnya juga terdapat data
personal yang dimiliki oleh seorang pejabat tinggi Amerika.


No comments:
Post a Comment